Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

20 Cara Mempercepat Loading Blog Hingga 2x Lipat

Memiliki konten yang berkualitas saja tidak akan cukup untuk membuat blog semakin banyak dikunjungi. Kecepatan loading blog juga merupakan faktor utama keberhasilan blog untuk mendapatkan banyak pengunjung. Jika konten Anda berkualitas, namun ketika dibuka halamannya ternyata membutuhkan waktu yang lama, maka kemungkinan pengunjung akan mencari situs atau blog lain untuk dibacanya dan menutup tab halaman yang lama dimuat.

cara mempercepat blog
Kecepatan blog cukup berdampak terhadap tingkah laku pembaca di blog Anda. Jika blog Anda memiliki kecepatan yang buruk, maka akan menghasilkan Bounce rate yang tinggi. Bounce rate merupakan rasio pentalan atau persentase pengunjung yang meninggalkan blog Anda setelah membuka satu halaman saja. Jika nilainya semakin besar, tandanya blog Anda semakin buruk.

Kecepatan blog sangat berpengaruh sekali terhadap SERP (Search engine result pages), pasalnya kecepatan blog merupakan komponen dari SEO (Search engine optimization) yang tepatnya terdapat pada optimasi SEO On Page. Dengan begitu, ini adalah alasan kenapa kecepatan loading blog dapat mempengaruhi peringkat halaman pada mesin pencari.

Jika blog Anda sudah berhasil di monetasi, mungkin ini adalah salah satu masalah kenapa blog Anda tidak memiliki penghasilan yang cukup atau rata-rata dengan blog lain. Bisa jadi iklan-iklan yang ada di blog Anda gagal dimuat, ini biasanya akan terjadi apa bila blog Anda lelet dan bertemu dengan pengguna yang kecepatan internet-nya lelet pula.

Pada postingan kali ini Sepokat Indonesia akan membahas mengenai cara membuat loading blog Anda agar menjadi lebih cepat. Pada postingan ini ada berbagai macam cara yang dapat digunakan untuk mempercepat loading blog. Berikut di bawah ini merupakan cara yang sudah terbukti dan terpercaya dapat meningkatkan kecepatan blog sampai 2x lipat (jika Anda melanggar semua cara-cara yang ada di bawah ini).

Kompres gambar sebelum diunggah

Gambar merupakan faktor yang paling utama untuk dapat membuat konten menjadi lebih berkualitas. Namun apa jadinya jika pengunjung harus menunggu lama untuk dapat melihat gambar yang dilampirkan pada konten blog Anda? Ini pasti membuat pengunjung merasa tidak puas terhadap konten yang diberikan.

Semakin ringan ukuran pada gambar maka semakin cepat pula untuk dimuat. Oleh sebab itu gambar yang akan diunggah pada postingan Anda harus di kompres terlebih dahulu. Anda bisa gunakan tools pengkompres gambar dari berbagai website penyedia layanan Search Engine Optimization seperti Small SEO Tool.

Jangan terlalu banyak melampirkan gambar

Salah satu ciri konten yang relavan dan berkualitas adalah konten yang melampirkan beberapa gambar didalamnya untuk mengilustrasikan suatu pendapat atau cara tertentu. Cara tersebut memang benar, tetapi akan menjadi suatu kesalahan jika Anda menerapkan gambar tersebut sebagai isi utama dari konten yang dibuat. Contohnya memberi gambar di setiap sub judul pada postingan, padahal tidak semua sub judul harus di beri gambar. Usahakan untuk memberi gambar pada bagian-bagian terpenting saja, seperti di bawah judul dan langkah-langkah.

Gunakan gadget/widget external tanpa gambar

Jika Anda terpaksa harus memasang gadget external pada blog, seperti fanpage facebook, profil instagram, layanan traffic dan semacamnya yang sifatnya dari luar (external), sebaiknya untuk tidak menggunakan widget berjenis gambar. Gunakan widget external yang hanya menampilkan text namun informatif agar tidak membebani proses memuat halaman blog Anda.

Jangan gunakan gambar sebagai background halaman

Jika Anda menggunakan gambar pada background halaman blog, maka hapus gambar tersebut mulai dari sekarang. Agar tampilan blog terasa lebih ringan dan cepat ketika dibuka maka Anda harus menggunakan background berupa warna, bukan gambar. Walaupun alasan Anda adalah untuk mempercantik atau memperindah tampilan blog, ini bukanlah cara yang paling tepat. Background yang dibuat dengan gambar akan memperburuk kecepatan loading halaman.

Gunakan tema/template yang ringan

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi, ini adalah faktor utama dalam kecepatan memuat pada suatu website maupun situs blog. Memang banyak sekali diluar sana tema atau template dengan fitur-fitur melimpah yang mampu memikat orang lain untuk menggunakannya.

Anda harus memperhatikan lebih dalam lagi terhadap keringanan template maupun tema yang akan digunakan. Jangan sampai Anda memiliki banyak fitur keren namun fitur-fitur tersebut tidak bisa digunakan dengan baik karena gagal-nya proses pemuatan yang disebabkan tema yang berat.

Jangan gunakan gadget/widget secara berlebihan

Saat ini blog rata-rata sudah difasilitasi dengan berbagai macam tambahan element khusus yang bisa kita bongkar pasang sesuai selera pada halaman blog. Kita bisa menambahkan element-element baik bawaan maupun dari pihak ketiga di bawah maupun samping pada halaman blog, tergantung dari tata letak pada tema yang digunakan.

Ketika Anda ingin menambahkan gadget baru pada blog, usahakan untuk memilih beberapa gadget yang dianggap penting saja, jangan menambahkan gadget yang tidak penting secara berlebihan, karena semakin banyak gadget yang digunakan maka berarti loading blog akan semakin lama. Untuk itu Anda cukup gunakan beberapa widget penting yang memasang seharusnya digunakan, seperti popular post, related post dan subscribe box.

Gunakan CSS dan Javascript yang sudah di kompres

Pilihlah CSS atau javascript yang sudah di kompres jika Anda ingin menggunakan kode atau script tersebut. Terkadang CSS atau Javascript yang kita ambil dari luar (external) belum di kompres terlebih dahulu oleh pembuatnya. Library CSS yang sudah di kompres biasanya berakhiran min seperti nama_file_min.css dan untuk javascript yang sudah di kompres biasanya berakhiran min seperti nama_file_min.js, pilih kode atau script seperti contoh tadi untuk meringankan loading pada blog Anda.

Ringkas deskripsi postingan pada halaman utama

Jika Anda menggunakan tema versi lawas pada blog, biasanya isi postingan akan tampil seluruhnya pada halaman utama. Untuk membantu meringankan tampilan blog, maka Anda bisa meringkas isi postingan tersebut dengan cara menambahkan tombol/tulisan readmore atau tulisan baca selengkapnya jika ingin mengetahui isi postingan secara lebih lengkap.

Biasanya untuk template atau tema blog yang ada pada sekarang ini umumnya sudah mendukung fitur readmore otomatis. Anda bisa gunakan template versi terbaru untuk mendapatkan fitur seperti ini. Jika Anda lebih memilih untuk menggunakan template versi lawas maka Anda harus mencari tutorial memasang readmore di blog sendiri.

Hindari penayangan iklan yang berlebihan

Memang sudah banyak sekali blogger yang sudah berhasil memonetasi blog milik mereka, dengan alasan untuk mendapatkan penghasilan. Namun Sepokat Indonesiangnya diantara mereka ada beberapa yang tidak memperhatikan pemasangan iklan yang baik dan benar, mereka menampilkan banyak iklan dalam satu halaman blognya. Sangat benar-benar buruk jika Anda memasangnya secara berlebihan, ini sangat berdampak pada kecepatan blog ketika halaman dimuat.

Jika blog yang Anda buat untuk monetasi, sebaiknya pasang 2 atau 3 unit iklan saja. Dengan begitu blog Anda akan terasa lebih ringan dibandingkan dengan memasang unik iklan lebih dari yang disebut di atas. Selain itu, dengan memasang sedikit unit iklan akan membuat pembaca di blog Anda akan merasa lebih nyaman.

Jangan menampilkan postingan dengan jumlah yang banyak pada halaman utama

Untuk hal ini, tampilkan 4 sampai 6 postingan saja pada halaman utama di blog milik Anda. Sebaiknya Anda tidak menampilkan jumlah postingan lebih dari 6, semakin banyak postingan yang di tampilkan maka akan memperlambat proses memuat pada halaman utama blog Anda.

Note: pada cara selanjutnya di nomor 11, 12, dan 13 mungkin hanya berlaku untuk blog blogspot pada saat penulisan postingan ini, jikalau sudah suport dengan wordpress ya syukurlah kalau begitu, mari dilanjut lagi baca sampai habis.

Memasang fungsi Lazy Load pada halaman

Fungsi ini akan membuat blog Anda terdapat animasi loading terlebih dahulu dan halaman tersebut tidak akan dapat dibaca sampai halaman blog benar-benar sepenuhnya telah termuat. Jadi blog Anda akan loading sampai semuanya benar-benar siap barulah halaman dapat dibaca.

Memasang fungsi Lazy Load pada iklan

Dengan memasang fungsi Lazy Load pada iklan akan membuat iklan-iklan di blog Anda tidak akan terbuka jika halaman tidak di scroll. Jadi iklan-iklan yang ada pada blog Anda akan terbuka jika halaman sudah di scroll. Jadi, kode JavaScript Google AdSense tidak akan tampil sebelum pengunjung menggulir halamannya.

Apakah memasang fungsi ini aman untuk akun Google AdSense?. Menurut Arlina Design, menambahkan fungsi Load pada iklan aman untuk digunakan. Alasannya karena Google pun menyarankan untuk mempercepat loading halaman blog.

Memasang fungsi Lazy Load pada gambar

Hampir sama halnya dengan fungsi lazy load pada iklan, bedanya adalah fungsi lazy load pada gambar dengan iklan, jika iklan maka iklan jika gambar maka gambar. Jadi, fungsi lazy load gambar ini adalah untuk membuat gambar akan tampil setelah pengunjung menggulir halaman pada blog Anda.

Sedikit tambahan lagi untuk Anda pengguna blogspot, Jika sudah menggunakan script Lazy Load Halaman maka Anda tidak perlu menggunakan Lazy Load iklan dan gambar. Jika Anda menerapkan semua jenis script Lazy Load malah justru akan memperlambat loading halaman Anda.

Note: pada cara selanjutnya (14 sampai 20) hanya berlaku untuk blog wordpress, untuk anda pengguna blogspot mungkin cara mempercepatnya sudah cukup sampai disini aja, tetapi untuk pengguna wordpress belum selesai, mari lanjut dibaca.

Jangan gunakan plugin secara berlebihan

Sering sekali para blogger pengguna wordpress memasang plugin secara berlebihan, bahkan plugin yang tidak penting tetap dipasang juga. Tanpa kita sadari hal tersebut dapat memperlambat proses memuat pada blog, Sebab semakin banyak plugin yang digunakan maka semakin banyak pula request yang akan diterima oleh server.

Pada dasarnya memang plugin dapat membantu meningkatkan fungsi website, salah satunya adalah plugin yang mengaku dapat meningkatkan kecepatan loading halaman. Ya memang fakta-nya plugin tersebut mampu meningkatkan skor PageSpeed dan Yslow, namun kenyataanya tidak akan berimbas apapun kepada kecepatan blog Anda jika masih bandel memasang plugin secara berlebihan.

Untuk mengatasi penggunaan plugin yang berlebih, caranya Anda bisa menghapus plugin-plugin yang tidak berguna. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan plugin yang bernama P3 (Plugin Performance Profiler) yang bisa Anda cari sendiri. Dengan begitu Anda akan mengetahui bagaimana setiap plugin yang di pasang mempengaruhi performance blog Anda.

Aktifkan Gzip Compression

Ketika seseorang berkunjung ke blog Anda, maka pengunjung tersebut akan mengirim permintaan (request) ke server Anda untuk memberikan file yang diminta. Jika file diminta berukuran besar, maka proses yang dibutuhkan untuk memuat nya akan semakin lama. Dengan mengkompres konten di halaman Anda sebelum dikirim ke browser pengguna akan membantu mengurangi waktu memuat, karena ukurannya akan dibuat menjadi lebih kecil.

Gzip Compression akan bekerja mencari string yang sama pada sebuah file teks dan mengganti string tersebut sementara, sehingga akan membuat semua ukuran file menjadi lebih ringan. Ini sangat efektif untuk mempercepat loading halaman, pasalnya semua kode seperti CSS, HTML, JavaScript, dan lain-lainya menggunakan banyak teks dan spasi secara berulang. Dengan begitu Gzip Compression akan mengkompres ukuran halaman tersebut menjadi lebih kecil lagi hingga 70%.

Untuk mengaktifkan Gzip Compression pada situs secara umumnya dapat menggunakan mod_gzip, mod_deflate, dan mod_deflate. Namun yang direkomendasikan adalah mod_deflate, sebab algoritma konversinya sangat baik dan modulnya sudah kompatibel dengan versi Apache yang terbaru.

Gunakan CDN (Content delivery network)

CDN atau Content Delevery Network adalah server yang bertugas untuk mengirim konten statis (JavaScript, CSS, video, gambar, dan lain sebagainya) dari lokasi server terdekat ke pengguna yang sedang atau akan mengakses situs maupun blog Anda.

Anggap ada pengunjung dari Singapura di blog Anda, lalu server dari blog Anda berada di Amerika. Karena lokasi pengunjung dengan server berbeda jauh, maka proses pengiriman konten dibutuhkan proses waktu yang lama. Namun, dengan adanya Content delivery network di beberapa tempat (misalnya di Indonesia, Singapura, dan Amerika) proses pengiriman konten akan jauh lebih cepat. Dengan kata lain, CDN akan mengirimkan file dari lokasi server terdekat yang paling memungkinkan.

CDN memastikan sebuah situs maupun blog dapat diakses diseluruh dunia, mengurangi resource (bandwidth dan disk space), meningkatkan peringkat yang lebih baik pada hasil pencarian mesin telusur, dan CDN merupakan solusi terbaik untuk situs atau blog yang memiliki banyak pengunjung.

Aktifkan HTTP Keep Alive

HTTP Keep Alive adalah pola komunikasi antara web browser pengguna dengan web server yang berpotensi mengurangi jumlah permintaan secara drastis. Ini akan memungkinkan web browser pengguna untuk mendownload semua konten (seperti CSS, JavaScript, video, gambar, dan sebagainya) secara satu persatu atau individual melalui koneksi TCP yang stabil.

Dengan kata lain ketika satu file berhasil disimpan ke browser, maka koneksi akan tertutup sementara, dan akan terbuka kembali ketika browser meminta file baru. Jadi, HTTP Keep Alive akan memastikan semua permintaan file ke server tidak dilakukan langsung semuanya dikirim, artinya satu file satu koneksi saja.

Gunakan plugin cache

Cache secara umum berfungsi untuk menyimpan konten website secara sementara pada browser pengguna, jadi ketika pengguna mengakses kembali situs yang sama, maka browser tidak perlu mendownload ulang konten web secara keseluruhan lagi. Dengan begitu pengguna dapat mengakses website yang sama dengan lebih cepat seperkian detik. Ada beberapa plugin cache yang Sepokat Indonesia sarankan untuk Anda gunakan pada blog WordPress, berikut diantaranya:

  • WP Super Cache

Plugin WP Super Cache akan menyajikan data-data statis kepada pengunjung situs atau blog Wordpress Anda dengan menggunakan mode mod_rewrite, legacy caching, atau PHP. Dengan begitu, pengunjung yang sebelumnya pernah datang, ketika dia datang kembali prosesnya akan jauh lebih cepat.

  • W3 Total Cache

Plugin W3 Total Cache di buat oleh Fredick Townes, CTO dan Senior Technical Advisor Mashable. Plugin ini didukung oleh agensi Milik Fredick, yaitu W3 Edge. Plugin ini sudah dipasang oleh lebih dari 1 juta pengguna WordPress yang menjadikannya sebagai salah satu plugin yang terbanyak dipasang di direktori plugin Wordpress.

  • WP Rocket

Plugin WP Rocket diklaim sangat efektif untuk meningkatkan performa situs di WordPress menjadi lebih baik. Plugin ini lebih unggul dari kedua plugin cache yang telah Sepokat Indonesia sebut diatas. Namun, Sepokat Indonesiangnya plugin WP Rocket tidak bisa Anda gunakan secara gratis, Anda harus membayar untuk ini. Tetapi jangan khawatir dengan apa yang akan Anda dapatkan, Anda bisa melihat review-review positif dari para pengguna plugin ini yang bisa Anda tanyakan di forum.

Menonaktifkan Hot Linking

Hot Linkling atau yang sering disebut juga dengan inline-link adalah sebuah teknik yang dilakukan untuk menampilan objek tertentu seperti gambar dan video yang diambil secara langsung melalui link dari situs lain. Dengan kata lain, si pelaku hot linking akan menggunakan alamat gambar/video di situs Anda untuk menampilkan gambar/video di situs-nya.

Hot Linking secara tidak langsung akan mencuri bandwidth hosting blog Anda, sebab objek yang ditampilkan pada blog pelaku bersumber dari blog Anda. Ini benar-benar sangat berdampak buruk pada kecepatan loading halaman blog.

Gunakan Server yang handal

Jika cara-cara yang telah disebutkan di atas sudah Anda lakukan, namun pada hasilnya loading halaman situs atau blog Anda tetap saja memiliki performa yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, mungkin bisa jadi masalahnya adalah server yang digunakan untuk menghosting blog Anda kualitasnya tidak baik. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan hosting yang sudah teruji dan memiliki banyak review positif dari para penggunanya.

Jika Anda kurang puas apabila menggunakan shared hosting, mungkin Anda bisa menggunakan VPS (Virtual Private Server) untuk mengelola situs maupun blog. Dengan menggunakan Virtual Private Server performa blog atau situs Anda akan lebih optimal dibandingkan menggunakan shared hosting. Namun perlu diingat lagi bahwa untuk menentukan kualitas VPS maupun hosting, Anda harus bisa mencari bukti-bukti bahwa server yang akan digunakan berkualitas tinggi dan memiliki banyak review baik.

Penting: setelah semua cara diatas sudah dilakukan, sekarang waktunya menguji kecepatan blog anda. Guna dari pengujian ini agar dapat melihat apakah masih ada yang belum optimal. Ada beberapa tools yang bisa anda gunakan dalam pengujian ini, diantaranya berikut ini.

  • GTMetrix

GTMetrix adalah tool online yang paling sering digunakan untuk menganalisa performa suatu website. GTMetrix memiliki 7 lokasi pengujian, Vancouver Canada adalah lokasi default pengujian-nya. GTMetrix menilai berdasarkan PageSpeed and Yslow dengan dan sistem penilaian-nya di beri skor 0 atau F sebagai nilai terendah dan 100 atau A sebagai nilai tertinggi.

GTMetrix akan menilai performa suatu website berdasarkan sistem mereka dan sebagian berasal dari pustaka asli Google yang open source. Setelah Anda menguji performa di GTMetrix, Anda akan diberikan 27 rekomendasi PageSpeed dan 18 rekomendasi Yslow untuk membantu meningkatkan performa pada website atau blog Anda.

  • Pingdom

Pingdom adalah sebuah tools gratis yang bisa digunakan untuk mengetahui kecepatan loading pada blog, dengan bantuan pingdom Anda akan mengetahui seberapa berat halaman Anda dengan melihat ukuran halaman (page size), jumlah permintaan (request), dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat mengakses halaman (load time).

  • Google PageSpeed Insights

PageSpeed Insights adalah sebuah tools yang dikembangkan sendiri oleh Google untuk membantu para pengembang website, situs maupun blog untuk melihat performa pada halamannya. Tools ini akan menampilkan data performa nyata tentang halaman dan digabungkan dengan data dari laporan pengalaman pengguna Chrome (CrUX).

Nilai median yang diberikan pada Google Page Speed Insight Tools adalah FCP atau DCL dari setiap metrik yang dibandingkan dengan semua halaman yang di pantau oleh laporan CrUX. Setiap metrik dikategorikan Cepat, lambat, dan rata-rata tergantung dengan performa situs, website, atau blog itu sendiri.

Sampai disini postingan mengenai cara mempercepat loading blog Sudah selesai. Apa bila masih kurang, maka Anda bisa mengembangkan sendiri dari beberapa cara yang telah Sepokat Indonesia tulis di atas. Jika Anda sudah melakukan optimasi dengan baik dan benar, maka akan ada peningkatan meskipun tidak terlalu signifikan. Dengan hal tersebut, Anda sudah mampu memberikan kenyamanan terhadap pengunjung, alasannya halaman dapat dimuat tanpa harus menunggu lama, semoga bermanfaat.